Di usia yang semakin matang, renungan sering kali datang. Hari demi hari, mencari apa yang sebenarnya membuat tenang Rasanya langkah perlu terus berjalan untuk memperbaiki keadaan. Namun, semesta punya caranya sendiri mengingatkan apa yang sebenarnya bermakna. Saat kita sibuk mengejar kecukupan, masih ada yang berjuang untuk sekadar bertahan. Maka berhentilah sejenak. Periksa kembali niat yang melandasi setiap langkah ini. Niat adalah benih yang kita tanam. Bila niat diluruskan untuk berbuat baik, kelak nikmat berlipat ganda bisa dipetik. Saat itulah hidup akan lebih bermakna dan tenang datang sendirinya ke dalam jiwa. Dari niat yang dibawa dalam setiap nafas, pintu berkah senantiasa terbuka luas.